Salah satu komponen biaya adalah lighting. Jika pakai lampu halogen, maka minimal daya yang dibutuhkan adalah 1.000 Watt. Jika beroperasi dalam waktu 10 jam bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 2 juta per bulan hanya untuk lampu. Sebagai contoh, sebuah toko dengan luas sekitar 30 m2 harus membayar rp 3 juta per bulan hanya untuk lampu halogen 2.000 watt(di luar AC).
Padahal saat ini ditemukan teknologi lampu hemat energi seperti lampu Phillips Essential. Dengan lampu hemat energi 23 Watt, terangnya sama dengan lampu konvensional 125 Watt. Hampir 5,5 kali lebih terang dengan lampu biasa. Jadi kalau pengeluaran listrik dengan lampu pijar/halogen bisa mencapai Rp 2 juta per bulan, dengan lampu hemat energi hanya kurang dari Rp 370 ribu/bulan. Selisih Rp 1,6 juta per bulan cukup untuk menggaji seorang karyawan.
Selain hemat juga lampu hemat energi tidak panas. Ini bisa menekan biaya pemakaian AC. Untuk pencahayaan, lampu hemat energi ada yang berwarna putih seperti lampu neon, ada juga yang berwarna kuning.
Mengenai kualitas cukup baik. Dengan 1 lampu 23 watt, pada jam 20:00 malam saya merekam video putri saya dengan camera video sederhana Digilife DDV1000 hasilnya cukup terang. Padahal ukuran ruang sekitar 12 m2 (3,5 x 3,5 meter). Jika ditambah 1 lampu lagi, maka akan cukup terang untuk studio. Idealnya 10 m2 ruang hanya perlu 50 watt lampu hemat energi.
Hasil rekaman bisa dilihat di:
http://www.youtube.com/watch?v=_E006KXXS7w
Bagi TV Komunitas dengan anggaran yang pas-pasan, strategi penggunaan lighting sangat penting agar bisa selamat.
waahh keren juga tuh masukanna, emang lebih hemat..sepengetahuan beta juga ada lampu neon yang fungsinya juga serign digunakan untuk shoot film dll gitu, kalo gaak salah namenye kinoflo 2 bank atau 4 bank..ntu irit juga namun cukup ternag kalo diadalem studio gitu..wattnye juge kecil dah kalo kagak salah..he3x..sampe ketemu]
salam
Bismilah Hirohman nirohim, ak mau kasih tanggapan sedikut aza deh…hee.
Konteksnya adalah Lighting – Lampu Studio >>> Wah… infonya sponsor bgt to Philips heee.
ak dah liat Futets gambarnya iya lumayan bagus kok kualitas gambarnya.heee… tapi yg kita bicarakan kali ini adalah kualitas stadard video broadcast apa video documentasi keluarga.
singkatya jika seseorang sudah siap membagun suatu prusahaan yah pastinya sudah siap jga dg masalah buget. kalo gambar yg mas punya itu adalah kualitas document pribadi bukan standard broadcast.
1. hasil gambar kelihatan tipis >>> itu di sebab camra yg mas gunakan mkn adalah format auto cam.
suter spit 50
ires 1.5 -2.2
Genup 12 db ( hasil gambar mjdi coral )
focus auto
dan standard broadcast adalah :
All format manual
suter spit 120
ires 5.6
Genup 0 db
focus manual
Kenapa hrs spt itu mas bisa buka web blog ak masalah broadcast di http:www.rizkybroadcaster.tk
dan setau ak di dunia broadcast dari pralatanya jga gak ada yg murah loh…
kalo masalah Light itu sbnrnya masih bisa di siasati dg lampu tl yg mengunakan trasfo dan dimmeter. yg biyasa di sebut to broadcast adalah shoft book. 1 set shoft book mengunakan 6 bohlam untuk radius jarak maksimal 5 meter dari jarak camera.
dan hrs di dukung jga 3 posisi dari key light.
Harga shoft bool 1 unit plus trafo dan dimeter Rp. 2.2 jt plus tripot light
kalo buat sndri hanya 350rb blm trmasuk tripot light.
awas hati.2 mau irit dalam produksi malah bisa jadi masalah
dan akhirnya malah bisa jadi cacat produksi.
dg lampu yg mas bilang tadi memang hemat, tapi dalam sebuah produksi tv baik itu lokal ataw tv nasional. mas jga hrs waspada dg naik turunya voltase listrik. naik turunya voltase bisa mnjadikan evek pada hasil rekaman di pita cam ( fliker / biblight ). kalo bisa hrs mengunakan star vol to di indor atw listrik dari PLN dan out dor gak usah di hawatirin lagi pake jenset aza. heee….kalo jensetnya bermasalah minta ganti rugi aza sama yg punya jetset Gitu Aja kok repot.
Tambahan>>> setiap jenis dan tipe light dalam Teping / shooting mempunyai karakteristik trsendiri dan makna trsendri. bukanya yg penting ada cahaya kita bisa Teping langsung, heee….
keluarnya produk light HMi dari ARRI itu jga solusi atas penghematan energi untuk produksi atw Teping ( Thnik pehambilan gambar ) Contoh :
Untuk jenis lampu Tagstan, Hellogen, redhat dLL
minimal mengunakan listrik antara 700 s/d 1 Kw (1000 Wat )
hasil dari cahasya tsb kurang lebih 3200 derajat celfin. ( itu jga blm di fileter dg kalikir ).
Dan HMi 250 watt (1/4 Kw ) bisa 2x lebih terangnya cahaya dari jeniz light diatas. yaitu 8.325 drajat celfin.
sedangkan camera dg format manual standard broadcast hanya memerlukan minimal 5.200 drajat celfin.
kw max HMi ada yg sampai 10.000 watt.
sedikit penjelasan ini mudah.2han bisa bermanfaat. Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan.
Btw kalo ada yg perlu pralatan broadcast seperti Camera, Jimmy Jeb, Players DVcam dan mini Divi, Multi cam dLL, bisa kunjungi web blog >>>
http://www.rizkybroadcaster.tk
Email dan Ym >>> rizky_bgtlah@yahoo.com
allo, gua di tv lokal kal-bar ne.kita biase pake rethet 800w.cuma gitu deh…pln di sni byar pet en kurang daya…gak kaya di jawa.cari lampu yang hemat energi dan standar bradcast apaan ya….
Harry (Pelajar)
hi,gua dari SMK BROADCAST CAKRA BUANA.klo menurut gua lampu halogen tuh gak bisa buat produksi,klo buat produksi min kinoplo atau redhead,klo di dalem studio mungkin bisa tapi agak tipis.
buat yang pengen masuk smk coba liat smk broadcast dulu deh.
di jalan raya sawangan Depok.untuk lengkapnya liat di http://www.sekolahcakrabuana.com
wah saya salut dengan komentar mas rizky dan saya juga bekunjung ke web blog beliau. memang benar sekali yang di utarakan, standar broadcast. mungkin pemikiran saya agak sedikit berbeda.
kalau ditarik lagi ujung nya. negara indonesia susah akan maju dan berkembang bila semua nya harus standar broadcast atau pembuatan film. saya berprinsip jangan sampai kita di perbudak oleh teknologi. selama tidak ada rotan akar pun jadi. yang penting adalah niat. kita mungkin terlalu di takut kan dengan alat. harus pake ini lah, harus standar inilah, gambar menjadi jelek lah. singkirkan dulu hal itu. walau kita sudah bisa melakukan tapi hasilnya seperti sinetron (jadi biang kerok deh) yang mengumbar banyak mimpi lewat kekayaan dan kecantikan. maksud saya adalah konten, isi, makna yang terkandung dalam film atau siaran tv kita.
sekali lagi ini hanya pendapat yang berbeda saja.
http://documentary-of-indonesia.blogspot.com
Salam broadcaster….!!!
Belajar cukup Melihat, Mendegar dan berfikir, Kita adalah Guru Alam raya adalah sekolah ku.
Temen broadcaster semua hanyalah opini, dan itu semua sah.2 aja pembahasan ak adalah kalo kita semua adalah broadcaster tidak usah lagi memikirkan hemat atw tidaknya listrik pada saat melakukan Teping Produksi, pelajaran tata cahaya itu ada, dan pralatan cahaya itu ada karena disebabkan untuk kebutuhan gambar, ketajaman gambar dn memang diciptakan khusus to produksi.
Yang kita butuhkan dan kita bahas adalah pencahayaan di dalam studio singkatnnya adalah pralatan pencahayaan yg di bituhkan untuk ukuran 4×6 M :
KINOFLO 4 Titik
575 4 Titik
Redhead 3 titik
Filter Lighet
Cuting Light
Semua itu harus dibutuhkan untuk kualitas gambar produksi, bukan masalah tidak ada rotan akarpun jadi.!!!
kalo semua orang indonesia berfikir begitu, bagai mana memajukan negara indonesia dg kualitas broadcast yg baik dan standar internasional.
kalo kalian pernah sekolah broadcast pasti tau alasannya kenapa saya tulis begini.
jgn lupa yg kita bahas adalah thnik Produksi dg alat camera SNJ bukan ENJ ok jadi kebutuhan pencahayaan pada gambar pasti ada perbedaanya.
gak usa kita panjang lebar membahas semua ini. lihat kontek pembahasan di blog ok. intinya pelajaran broadcast ( mengenai key light dan jenis light ) sudah ada dan dibuat pada saat kita semua belum menjadi broadacster. ( hal itu dibaut sudah ada risetnya dlu dong ) ok deh gtu aja mkn OPINI dari saya thxs dan salam broadcaster.
http://rizkybroadcast.co.cc
Kalo neon ya jelas tips…
kalo kinoflo 4 x 4 bagus, tapi masih boros setu….
Kalo mo lebih jelas lg coba main aja ke
SMK Broacsting Cempaka Nusantara Depok
Lembah Griya Blok B2 No. 1 Depok II
Salam kenal kami hadir SMK Broadcasting Cempaka Nusantara Depok bersama Ibu Non Iriany